Jumat, 02 Mei 2014

Tugas Softskil B.Inggris Marketing Vocabulary


Marketing Vocabulary
1.        AC : (Avarage Cost) Pencatatan Yang Dicatat Berdasarkan Rata-rata
2.        Appeals : Daya Tarik
3.        FIFO : (First In First Out) Barang Yang Pertama Masuk, Barang yang Pertama Keluar
4.        Generaral Ledger : Buku perkiraan
5.        Interim Stetament : Penyusunan Laporan Sementara
6.        Kartu Gudang : Kartu Persediaan
7.        LIFO : (Last In First Out) Barang Yang Masuk Terakhir, Barang Yang Lebih Dahulu Keluar
8.        Letter Of Agreement : Surat Perjanjian
9.        MOU : (Memorendum Of Understanding) Memo Kesepahaman
10 Negoisiator : Orang Yang Melakukan Perundingan
11.    Packaging : Pembungkusan
12.  Perfectual System : Sistem Pencatatan Terus Menerus
13.   Periodic System : Sistem Pencatatan Secara Periodik
14.   Subsidiary Ledger : Buku Pembantu
15. Trading Stamp/Brand : Merek Dagang
16.  Glosarium : Daftar isilah
17.  Customer : Pembeli
18.   Profitabilitas : Keuntungan jangka panjang
19.   SOP : Standar Operating Procedure
20. Wanprestasi : Tidak menepati klausul perjanjian
21.  Retur : Pengembalian
22.  Personal guarantee : Jaminan pribadi
23.     Syarat force majeure : Ketentuan khusus
24.  Notaris : Pejabat pembuat akta
25.    Hibah : Perjanjian pinjaman tanpa pengembalian
26.   CBN : Nama perusahan penyedia layanan internet
27.      Paskabayar : Tagihan pembayaran setelah pemakaian
28.     Prabayar : Pembayaran pemakaian di muka
29.   Call Issuer : Panggil pengola jasa
30.  Declined : Ditolak
31. Do Not Honour : Tidak berlaku
32. Insufficient Fund : Dana tidak mencukupi
33.   Invalid Card : Kartu palsu
34.      Lost Card : Kartu hilang
35.    Pick- up Card : Kartu dalam proses
36.  Stolen Card : Kartu dicuri
37.    Sign up to day : Tentang kami
38.  Member’s Room : Ruang anggota
39.     Online Support : Pendukung saja
40.   Product & service : Pelayanan dan hasil
41.    About Us : Tentang kami
42.       Hot Links : Koneksi ke penyedia lain
43.  Clients : Pelanggan
44.   Movie : Film
45.  E-card : Kartu elektonik
46.      Site Map : Peta situs ( halaman di internet )
47.      Affective : Merubah sikap konsumen
48.    Artifact : Bentuk komunikasi melalui cara manipulasi objek kontak dengan seseorang, misalnya penggunaan parfum, pakaian, lipstik dan lain-lain.
49.    Behavioral : Mendorong konsumen untuk bertindak
50.    Cognitive : Menempatkan sesuatu dalam benak konsumen
51.   Consolidator : Bagian pengumpulan dan pengolongan pesanan
52.  Distinctiveness : Pembeli ingin nampak berbeda dari pembeli lainnya
53.   Environment factor : Penyampaian komunikasi dengan cara dekorasi ruang, lampu dan lain-lain.
54.   Etimologis : Bahasa
55.    Feedback : Umpan balik
56.Gesture : Gerak
57.    Interpretation : Bentuk respon berupa pemberian penjelasan atau pemahaman terhadap berbagai informasi yang disampaikan komunikan
58.    Interdependency : Kesalingtergantungan
59.  Immediacy : Kesiapan
60.   Kontradiktif : Hal –hal yang berlawanan
61.    Kinesic behavior : Jenis komunikasi yang diungkapkan melalui gerakan tubuh
62.   Nervous : Grogi
63.  Non verbal : Bahasa tubuh dan isyarat yang banyak dimengerti oleh suku bangsa
64. Parafrase : Bentuk respon berupa pengembalian isi pesan
65.   Probe : Pemeriksaan atau penyidikan
66.  Para languages : Seseorang mengucapkan sesuatu bukan yang sebenarnya.
67.  Proxemics : Komunikasi yang berkaitan dengan penggunaan ruang personaldan sosial.
68.     Pride of personal appearance : Pembeli ingin merasa bangga, karena penampilan pribadinya
69.   Reliabilitas : Kesinambungan
70.  Respon : Tanggapan
71.   Self disclosure : Penyingkapan diri
72.   Receiving Room : Bagian pengecekan barang dan dokumen
73.  Returns and allowances : Pengambilan dan pengurangan harga
74. Social achivment : Pembeli ingin merasa pencapaian status sosial yang lebih baik
75.  Touching behavior : Komunikasi yang berupa gerakan seperti pukulan, tindakan memegang dan lain-lain.
76.       Treatment : Perlakuan

Direct and Indirect Speech
 Indirect Speech (also referred to as ‘reported speech’) refers to a sentence reporting what someone has said. 
1. If the reporting verb (i.e. said) is in the past, the reported clause will be in a past form. This form is usually one step back into the past from the original..
      For example:
v  He said the test was difficult.
v  She said she watched TV every day.
v  Jack said he came to school every day. 
 2. If simple present, present perfect or the future is used in the reporting verb (i.e. says) the tense is retained.
For example:
v  He says the test is difficult.
v  She has said that she watches TV every day.
v  Jack will say that he comes to school every day. 
3. If reporting a general truth the present tense will be retained.
       For example:The teacher said that phrasal verbs are very important.
Changing Pronouns and Time Signifiers
When changing from direct speech to indirect speech, it is often necessary to change the pronouns to match the subject of the sentence.
For example:
Ø  She said, “I want to bring my children.” BECOMES She said she wanted to bring her children.
Ø  Jack said, “My wife went with me to the show.” BECOMES Jack said his wife had gone with him to the show.
It is also important to change time words (signifiers) when referring to present, past or future time to match the moment of speaking.
      For example:
Ø  She said, “I want to bring my children tomorrow.” BECOMES She said she wanted to bring her children the next day.
Ø  Jack said, “My wife went with me to the show yesterday.” BECOMESJack said his wife had gone with him to the show the day before. 
Indirect Questions
When reporting questions, it is especially important to pay attention to sentence order. When reporting yes/ no questions connect the reported question using ‘if’. When reporting questions using question words (why, where, when, etc.) use the question word.
        For example:
Ø  She asked, “Do you want to come with me?” BECOMES She asked me if I wanted to come with her.
Ø  Dave asked, “Where did you go last weekend?” BECOMES Dave asked me where I had gone the previous weekend.
Ø  He asked, “Why are you studying English?” BECOMES She asked me why I was studying English.
1. Perubahan Stuktur kalimat

Jika kita lihat pada kalimat direct speech, terdapat ciri-ciri yang identik yaitu terdapat tanda petik (“). Tada petik tersebut merupakan cara yang sering digunakan untuk membedakan mana yang direct atau yang indirect.

Ketika klimat direct speech tersebut dirubah menjadi kalimat indirect speech, tanda petik tersebut pun dihilangkan atau digantikan dengan kata “that” atau “to” (untuk kalimat perintah). Misalnya:

No
Direct Speech
Indirect Speech
01
He said, I have a present for you in my bag.
He said that he had a present for me in his bag.
02
He asked me, why do you come late.
He asked me why I came late.
03
He orderd me, don’t bring a bag.
He ordered me to didn’t bring a bag.

Perubahan struktur kalimat juga terjadi jika pada direct speech menggunakan kalimat tanya, maka akan dirubah menjadi kalimat afirmatif (berita).

Untuk kalimat direct speech yang menggunakan kalimat tanya “yes-no question” maka akan dirubah menjadi if/whether. Contohnya:

No
Direct Speech
Indirect Speech
01
They asked me, “Do you want to join us to play football?”
They asked me if/whether I want to join them to play football.
02
He asked me, “Does she want to mary me?”
He asked me if/whether she wants to mary her.

Untuk kalimat direct speech yang menggunakan 5W1H question (Why, Who, What, When, WHere, How), maka akan dirubah menjadi kalimat afirmatif dengan cara sebagai berikut:




No
Direct Speech
Indirect Speech
01
He asked me, “why do you come late?”
He asked me why you came late.
02
He asked me, “what does she eat?”
He asked me what she ate.
03
He asked me, “when did you come?”
He asked me when I came.
04
He asked me, “who are you?”
He asked me who I was.
05
He asked me, “who is she?”
He asked me who she was.

2. Perubahan Tensis (Tenses)

Seperti yang dijelaskan dimuka, perbuahan dari direct ke indirect juga mempengaruhi tensis yang digunakan. Kebanyakan siswa sulit memahami perubahan yang satu ini. Untuk itu, penulis sengaja membuatkan tabel perubahan tensis agar mudah dimengerti.

Di bawah ini adalah tabel Perubahan Tenses dari direct speech ke indirect speech.

No
Direct Speech
Indirect Speech
01
Simple Present
Simple Past
02
Present Continuous
Past Continuous
03
Present Future
Past Future
04
Present Perfect
Past Perfect
05
Present Perfect Continuous
Past Perfect Continuous
06
Simple Past
Past Perfect
07
Past Continuous
Past Perfect Continuous

Atau bisa lebih dipermudah dengan tabel berikut di bawah ini, yaitu:

No
Direct Speech
Indirect Speech
01
V1 (eat)
V2 (ate)
02
V2 (ate)
Had + V3 (had eaten)
03
Am/is/are
Was/were
04
Do/does
Did
05
Do/does not
Did not
06
Did not
Had not + V3
07
Was/were
Had been
08
Am/is/are + V-ing
Was/were + V-ing
09
Was/were +V-ing
Had been + V-ing
10
Has/have + V3
Had + V3
11
Will/shall/can/may/must
Would/should/could/might/had to
12
Could/might/should/would + V1/be
Could/might/should/would + have+ V3/been

3. Perubahan Pronoun

Perubahan pronoun dan possessive tergantung kepada sabjek dan objek yang dipakai di direct speech (kalimat langsung) yang tentunya mempengaruhi perubahan pronoun pada indirect speech (kalimat tidak langsung).

·         Kata ganti orang pertama (I dan We) pada reporting speech (lihat penjelasan di awal) berubah sesuai subjek yang ada di reproted speech.
No
Direct Speech
Indirect Speech
01
He said, ‘I am busy.’
He said that he was busy.
02
She said, ‘I am unwell.’
She said that she was unwell.
03
I said, ‘I will be late.’
I said that I would be late.
04
They said, ‘We will not permit this.’
They said that they would not permit that.
05
We said, ‘We need to buy some clothes.’
We said that we needed to buy some clothes.

·         Kata ganti orang kedua (You) di reporting speech pada direct speech berubah sesuai objek pada reported speech.
No
Direct Speech
Indirect Speech
01
He said to me, ‘You have to come with me.’
He told me that I had to go with him.
02
She said to me, ‘You can go.’
She told me that I could go.
03
She said to him, ‘You can go.’
She told him that he could go.
·         Kata ganti orang ketiga (Hesheit dan they) pada direct speech tidak mengalami perubahan ketika dirubah ke indirect speech.
No
Direct Speech
Indirect Speech
01
He said, ‘She is a good girl.’
He said that she was a good girl.
02
She said, ‘They have invited us.’
She said that they had invited them.
03
They said, ‘He does not have the necessary qualifications.’
They said that he did not have the necessary qualifications.
4. Perubahan Keterangan waktu dan tempat (Adverbs of time and place)

Tidak cuma itu, dalam perubahan dari direct speech ke indirect speech juga mempengaruhi adverbs khusunya adverb of time (keterangan waktu) dan adverb of place (keterangan tempat). Untuk itu anda wajib memahami tabel di bawah ini.
No
Direct Speech
Indirect Speech
01
Now
Then
02
To day
That day
03
Tomorrow
The next day
The day after
The following day
A day later
04
Next …
The … after
The following …
05
Last …
The … before
The Previous …
06
… ago
… before
… earlier
07
Yesterday
The day before
The previous day
The preceeding day
08
The day before yesterday
Two day before
09
Here
There
10
This
That
11
These
Those


Di bawah ini adalah contoh-contoh direct dan indirect speech untuk menambah pemahaman mengenai penjelasan di atas.

Direct Speech
Indirect Speech
(+)
He said, “I have a present for you in my bag. here
He said that he had a present for me in his bag there.
(-)
He said, “I do not have a present for you in my bag”
He said that he did not have a present for me in his bag.
(?)
He asked, “Do I have a present for you in my bag?”
He asked me if/whether he had a present for me in his bag.
(?)
He asked me, “ Why do I have to have a present for you in my bag?
 He asked me why he had to have a present for me in his bag.
(!)

He ordered/commanded me, “Bring my bag here now!”

He ordered/commanded me to bring his bag there then.
(!)
He ordered me, “Don’t bring your bag here!”
He ordered me not to bring my bag there.

Rabu, 02 April 2014

Tugas Softskil B.Inggris

4 Months Not salaried , Merpati Pilot Request Government Attention
The financial crisis that is wrapped around the PT Merpati Nusantara Airlines pilots make the state-owned airline has not received a salary for 4 months . This condition makes the pilots called attention to the government to immediately resolve the problem.
" Our presence is seeking the attention of the government , because this government company . Should I expect the government or the state should matter to us and we consider them an important asset for our nation's sons and daughters that have the potential , " said one pilot Ivan Pigeons Paltak Siregar , during a press conference in Jakarta , Tuesday ( 04/01/2014 ) .
Payment of unpaid wages Pigeons have been reported to the Minister of State, but there was never any meaningful response from the government . According to another Merpati pilots , Kalma Noveka Wikanto , Merpati Pilot Association ( APM ) have repeatedly complained of the delay in payment of salaries to the Minister of SOEs .
"Measures have been done several times through the APM , has been 4 times to the Minister of State, but really zero response , " he said . In addition to reporting payment of wages not being paid to the minister, the pilot dove also been met with PDI - Struggle which then makes a letter to the minister. According Kalma , again no significant response to the report . " We 've responded by PDI - P and they make a letter to the minister , but to date has not been clear invitation from the minister , " he said .
In the middle of indebtedness amounting to Rp 6.7 trillion , is also facing charges Merpati employees who do not receive a salary for 3 months . In fact , because it does not accept the basic rights since November 2013 , 50 pilots leaving the airline Merpati serve the pioneer service .
JAKARTA, KOMPAS.COM


Comments:
As is pointed out that their assets {state} government, because this government company. I hope the government or the country should care about them and they should not underestimate this kind of problem because they are sons and daughters of the nation's potential, which should be noticed, embraced rather than ignored and discarded. indirectly they've devoted to this country so appreciate young people who have the passion to keep working for the country.

Minggu, 05 Januari 2014

Pemahaman tentang Hubungan Kegelisahan dengan Pengharapan

Pemahaman tentang Kegelisahan
1.   Pengertian Kegelisahan
Kegelisahan berasal dari kata gelisah yang memiliki arti tidak tenteram hatinya atau merasa khawatir , tidak tenang, tidak sabar serta cemas. Kegelisahan juga dapat dikatakan sebagai hal yang menggambarkan seseorang tidak tenteram hati maupun perbuatannya, ia selalu merasa khawatir dan tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar atau selalu merasa cemas dalam hidupnya.
2.   Pengertian Harapan
Harapan adalah keyakinan emosional pada kemungkinan hasil positif yang berhubungan dengan kejadian dan keadaan hidup. Harapan membutuhkan tingkat ketekunan yaitu percaya bahwa sesuatu itu mungkin terjadi bahkan ketika ada indikasi sebaliknya. Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan berarti manusia itu mati dalam hidup. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan yang maha esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh.
Contoh dari Kegelisahan :
Jika sedang menunggu kabar yang menegangkan kita berjalan mondar mandir dalam ruangan tertentu sambil menundukkan kepala, memandang jauh kedepan sambil mengepalkan tangan, duduk termenung sambil memegang kepala, dan lain sebagainya
Tanggapan :
Seharusnya kita tidak perlu melakukan hal tersebut karena itu akan menambah kepanikan kita terhadap sesuatu tersebut, dan sikap kita seharusnya tenang saja, tidak perlu gelisah dan panik.
Contoh dari Pengharapan :
Hasan adalah salah satu murid  SMA Bakti Jaya, ia rajin belajar dengan harapan di dalam Ujian Akhir Semester mendapatkan nilai yang baik sehingga bisa naik kelas.
Tanggapan :
Dari contoh diatas apa yang diharapkan Hasan ialah terjadinya keinginan, karena itu budi belajar tanpa mengenal waktu . Semuanya itu dia lakukan demi terwujudnya apa yang diharapkan. Jadi untuk mewujudkan harapan itu harus disertai dengan usaha yang sesuai dengan apa yang diharapkan, bila dibandingkan dengan cita-cita, maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk, sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintang.

Adapun misalnya gelisah karena bingung bagaimana cara menyatakan perasaan untuk orang yang disukainya. Biasanya hal ini banyak menimpa remaja – remaja. Walaupun hal tersebut tidak sewajarnya terlalu dipikirkan oleh usia – usia remaja, namun hal ini dapat menyita konsentrasi remaja tersebut. Maka dari itu, saya menganjurkan untuk para remaja yang sedang menyukai seseorang, untuk menyatakan perasaannya agar konsentrari tidak dikacaukan kegelisahan. Karena saya sendiri masih remaja, dan mengerti pemikiran setiap remaja. 

Pemahaman Tentang pengertian dari Tanggung Jawab

Pengertian Tanggung Jawab
Tanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. sehingga bertanggung jawab adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, dan memberikan jawab serta menanggung akibatnya.
Adapun macam-macam tanggung jawab :
1.tanggung jawab terhadap diri sendiri, contoh : Andi membaca sambil berjalan, lalu ia terjatuh, akibatnya ia aharus beristirahat dirawat di rumah dan tidak sekolah. konsekuensi tidak bersekolah dan tinggal dirumah.
2. tanggung jawab terhadap keluarga, contoh : seorang ibu hidup dengan tiga anak, karena suaminya meninggal dia harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup anak-anaknya, walapun harus menjadi pelacur sekalipun, karena demi memberikan kehidupan dan bertanggung jawab atas ketiga anaknya.
Contoh tanggung jawab yang baik antar manusia :
Seorang pelajar memiliki kewajiban belajar. bila belajar, maka hal itu berarti ia telah memenuhi kewajibanya serta dia juga telah bertanggung jawab atas kewajibannya. kadar penanggung jawabnnya adalah bila dalam ujian dia akan menerima hasil ujiannya apakah A, B, atau C.
Seseorang mau bertanggung jawab karena ada kesadaran atau pengertian atas segala perbuatan dan akibatnya dan atas kepentingan pihak lain. Timbulnya sikap tanggung jawab karena manusia itu hidup bermasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam.

Tanggapan :

Menurut pendapat saya setiap orang seharusnya menyadari akan pentingnya dari tanggung jawab, agar semua orang bisa terbiasa hidup disiplin. Tanggung jawab sangatlah penting, karena setiap ucapan kita, perilaku bahkan apa saja yang kita perbuat semuanya tidak lepas dari pertanggung jawaban diri kita dan semua yang terucap semuanya bisa di pertanggung jawabkan.

Langkah-Langkah dalam Berpandangan Hidup yang Yang Baik

Ada beberapa langkah-langkah dalam berpandangan hidup yang baik, di antaranya :
1.   Mengenal                     4. Meyakini
2.   Mengerti                       5. Mengabdi
3.   Menghayati                  6. Mengamankan

1.   Mengenal
Mengenal merupakan suatu kodrat bagi manusia , yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam hal ini mengenal apa itu pandangan hidup.Pandangan hidup itu ada sejak manusia ada, dan bahkan sebelum manusia itu turun kedunia.Kita sebagai mahluk yang bernegara ata dan beragama pasti mempunyai pandangan hidup juga dalam beragama.
2.   Mengerti
Tahap kedua untuk berpandangan hidup yang baik adalah Mengerti yang dimaksudkan mengerti pada pandangan hidup.Bila dalam bernegara kita berpandangan hidup Pancasila,maka kita harus mengerti apa itu Pancasila dan bagaimana mengatur kehidupan bernegara.Pada agama islam kita harus mengerti apa itu AL-QURAN.Sehingga memiliki konsep pengertian tentang pandangan hidup dalam agama islam.
3.   Menghayati
Langkah selanjutnya adalah menghayati .Dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hidup itu sendiri. Menghayati disini diibaratkan menghayati nilai-nilai yang terkandung didalamnya, yaitu dengan memperluas dan memperdalam pengetahuan mengenai pandangan hidup itu sendiri. Yang perlu diingat dalah langkah mengerti dan menghayati pandangan hidup itu, yaitu harus ada sikap penerimaan terhadap pandangan hidup itu sendiri.Dalam sikap penerimaan pandangan hidup ini ada dua alternative yaitu penerimmaan secara ikhlas dan penerimaan secara tidak ikhlas.
4.   Meyakini
Setelah mengetahui kebenaran dan validitas, baik secara kemanusiaan, maupun ditinjau dari segi kemasyarakatan maupun negara dan dari kehidupan di akhirat,maka hendaklanya kita meyakini pandangan hidup yang telah kita hayati itu.Dengan meyakini berarti secara langsung ada penerimaan yang ikhlas terhadao pandangan hidup itu.Adanya sikap menerima secara ikhlas ini maka ada kecenderungan untuk selalu berpedoman kepadanya dalam segala tingkah laku dan tindak tanduknya selalu dipengaruhi oleh padandangan hidup yang diyakininya.
5.   Mengabdi
Pengabdian merupakan suatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan ditertima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang lain.Dengan mengabdi maka kita akan merasakan manfaatnya.
6.   Mengamankan

Proses mengamankan ini merupakan langkah terakhir.Langkah Terakhir ini merupakan langkah tererat dan benar-benar membutuhkan iman yang teguh dan kebenaran  dalam menanggulangi segala sesuatu demi tegaknya pandangan hidup itu.

Pemahaman tentang Pengertian Ideologi

1.   Pengertian Ideologi
Ideologi berasal dari kata idea (Inggris), yang artinya gagasan, pengertian. Kata kerja Yunani oida = mengetahui, melihat dengan budi. Kata “logi” yang berasal dari bahasa Yunani logos yang artinya pengetahuan.
Jadi Ideologi mempunyai arti pengetahuan tentang gagasan-gagasan, pengetahuan tentang ide-ide, science of ideas atau ajaran tentang pengertian-pengertian dasar. Dalam pengertian sehari-hari menurut Kaelan ‘idea’ disamakan artinya dengan citacita.
Dalam perkembangannya terdapat pengertian Ideologi yang dikemukakan oleh beberapa ahli. Istilah Ideologi pertama kali dikemukakan oleh Destutt de Tracy seorang Perancis pada tahun 1796. Menurut Tracy ideologi yaitu ‘science of ideas’, suatu program yang diharapkan dapat membawa perubahan institusional dalam masyarakat Perancis.
Karl Marx mengartikan Ideologi sebagai pandangan hidup yang dikembangkan berdasarkan kepenti-ngan golongan atau kelas sosial tertentu dalam bidang politik atau sosial ekonomi. Gunawan Setiardjo mengemukakan bahwa ideologi adalah seperangkat ide asasi tentang manusia dan seluruh realitas yang dijadikan pedoman dan cita-cita hidup.
Ramlan Surbakti mengemukakan ada dua pengertian Ideologi yaitu Ideologi secara fungsional dan Ideologi secara struktural. Ideologi secara fungsional diartikan seperangkat gagasan tentang kebaikan bersama atau tentang masyarakat dan negara yang dianggap paling baik. Ideologi secara fungsional ini digolongkan menjadi dua tipe, yaitu Ideologi yang doktriner dan Ideologi yang pragmatis. Ideologi yang doktriner bilamana ajaran-ajaran yang terkandung di dalam Ideologi itu dirumuskan secara sistematis, dan pelaksanaannya diawasi secara ketat oleh aparat partai atau aparat pemerintah. Sebagai contohnya adalah komunisme.
Sedangkan Ideologi yang pragmatis, apabila ajaran-ajaran yang terkandung di dalam Ideologi tersebut tidak dirumuskan secara sistematis dan terinci, namun dirumuskan secara umum hanya prinsip-prinsipnya, dan Ideologi itu disosialisasikan secara fungsional melalui kehidupan keluarga, sistem pendidikan, system ekonomi, kehidupan agama dan sistem politik.
Pelaksanaan Ideologi yang pragmatis tidak diawasi oleh aparat partai atau aparat pemerintah melainkan dengan pengaturan pelembagaan (internalization), contohnya individualisme atau liberalisme. Ideologi secara struktural diartikan sebagai sistem pembenaran, seperti gagasan dan formula politik atas setiap kebijakan dan tindakan yang diambil oleh penguasa.
Dengan demikian secara umum dapat ditarik kesimpulan bahwa Ideologi adalah kumpulan gagasan-gagasan, ide-ide, keyakinan-keyakinan yang menyeluruh dan sistematis, yang menyangkut berbagai bidang kehidupan manusia.
Notonegoro sebagaimana dikutip oleh Kaelan mengemukakan, bahwa Ideologi negara dalam arti cita-cita negara atau cita-cita yang menjadi dasar bagi suatu sistem kenegaraan untuk seluruh rakyat dan bangsa yang bersangkutan pada hakikatnya merupakan asas kerokhanian yang antara lain memiliki ciri:
a.   Mempunyai derajat yang tertinggi sebagai nilai hidup kebangsaan dan kenegaraan;
b.   Mewujudkan suatu asas kerokhanian, pandangan dunia, pedoman hidup, pegangan hidup yang dipelihara, dikembangkan, diamalkan, dilestarikan kepada generasi berikutnya, diperjuangkan dan dipertahankan dengan kesediaan berkorban.

c.   Ideologi merupakan cerminan cara berfikir orang atau masyarakat yang sekaligus membentuk orang atau masyarakat itu menuju cita-citanya. Ideologi merupakan sesuatu yang dihayati menjadi suatu keyakinan. Ideologi merupakan suatu pilihan yang jelas membawa komitmen (keterikatan) untuk mewujudkannya.

Pemahaman tentang Pengertian Ideologi

1.   Pengertian Ideologi
Ideologi berasal dari kata idea (Inggris), yang artinya gagasan, pengertian. Kata kerja Yunani oida = mengetahui, melihat dengan budi. Kata “logi” yang berasal dari bahasa Yunani logos yang artinya pengetahuan.
Jadi Ideologi mempunyai arti pengetahuan tentang gagasan-gagasan, pengetahuan tentang ide-ide, science of ideas atau ajaran tentang pengertian-pengertian dasar. Dalam pengertian sehari-hari menurut Kaelan ‘idea’ disamakan artinya dengan citacita.
Dalam perkembangannya terdapat pengertian Ideologi yang dikemukakan oleh beberapa ahli. Istilah Ideologi pertama kali dikemukakan oleh Destutt de Tracy seorang Perancis pada tahun 1796. Menurut Tracy ideologi yaitu ‘science of ideas’, suatu program yang diharapkan dapat membawa perubahan institusional dalam masyarakat Perancis.
Karl Marx mengartikan Ideologi sebagai pandangan hidup yang dikembangkan berdasarkan kepenti-ngan golongan atau kelas sosial tertentu dalam bidang politik atau sosial ekonomi. Gunawan Setiardjo mengemukakan bahwa ideologi adalah seperangkat ide asasi tentang manusia dan seluruh realitas yang dijadikan pedoman dan cita-cita hidup.
Ramlan Surbakti mengemukakan ada dua pengertian Ideologi yaitu Ideologi secara fungsional dan Ideologi secara struktural. Ideologi secara fungsional diartikan seperangkat gagasan tentang kebaikan bersama atau tentang masyarakat dan negara yang dianggap paling baik. Ideologi secara fungsional ini digolongkan menjadi dua tipe, yaitu Ideologi yang doktriner dan Ideologi yang pragmatis. Ideologi yang doktriner bilamana ajaran-ajaran yang terkandung di dalam Ideologi itu dirumuskan secara sistematis, dan pelaksanaannya diawasi secara ketat oleh aparat partai atau aparat pemerintah. Sebagai contohnya adalah komunisme.
Sedangkan Ideologi yang pragmatis, apabila ajaran-ajaran yang terkandung di dalam Ideologi tersebut tidak dirumuskan secara sistematis dan terinci, namun dirumuskan secara umum hanya prinsip-prinsipnya, dan Ideologi itu disosialisasikan secara fungsional melalui kehidupan keluarga, sistem pendidikan, system ekonomi, kehidupan agama dan sistem politik.
Pelaksanaan Ideologi yang pragmatis tidak diawasi oleh aparat partai atau aparat pemerintah melainkan dengan pengaturan pelembagaan (internalization), contohnya individualisme atau liberalisme. Ideologi secara struktural diartikan sebagai sistem pembenaran, seperti gagasan dan formula politik atas setiap kebijakan dan tindakan yang diambil oleh penguasa.
Dengan demikian secara umum dapat ditarik kesimpulan bahwa Ideologi adalah kumpulan gagasan-gagasan, ide-ide, keyakinan-keyakinan yang menyeluruh dan sistematis, yang menyangkut berbagai bidang kehidupan manusia.
Notonegoro sebagaimana dikutip oleh Kaelan mengemukakan, bahwa Ideologi negara dalam arti cita-cita negara atau cita-cita yang menjadi dasar bagi suatu sistem kenegaraan untuk seluruh rakyat dan bangsa yang bersangkutan pada hakikatnya merupakan asas kerokhanian yang antara lain memiliki ciri:
a.   Mempunyai derajat yang tertinggi sebagai nilai hidup kebangsaan dan kenegaraan;
b.   Mewujudkan suatu asas kerokhanian, pandangan dunia, pedoman hidup, pegangan hidup yang dipelihara, dikembangkan, diamalkan, dilestarikan kepada generasi berikutnya, diperjuangkan dan dipertahankan dengan kesediaan berkorban.

c.   Ideologi merupakan cerminan cara berfikir orang atau masyarakat yang sekaligus membentuk orang atau masyarakat itu menuju cita-citanya. Ideologi merupakan sesuatu yang dihayati menjadi suatu keyakinan. Ideologi merupakan suatu pilihan yang jelas membawa komitmen (keterikatan) untuk mewujudkannya.